HASIL BUDAYA ZAMAN PRASEJARAH



Awalnya posting ini saya buat untuk kepentingan penambahan nilai mata pelajaran Sejarah kelas X. Tapi saya pikir apa salahnya berbagi kepada para blogwalking yang mungkin perlu dengan isi posting ini.

HASIL BUDAYA KEHIDUPAN AWAL MANUSIA DI INDONESIA






ZAMAN BATU
Zaman Batu Tua (Paleolithikum)
1.                   Kapak Genggam : berfungsi untuk menggali umbi, memotong dan menguliti binatang.



2.                   Kapak Perimbas : berfungsi untuk merimbas kayu, memecahkan tulang, dan sebagai senjata yang banyak ditemukan di Pacitan.
Maka Ralph Von Koeningswald menyebutkan kebudayaan Pacitan. Dan pendukung kebudayaan Pacitan adalah jenis Phitecantropus.


3.                   Alat-alat dari tulang dan tanduk binatang : berfungsi sebagai alat penusuk, pengorek dan tombak. Banyak ditemukan di ngandong. Pendukung kebudayaan ini adalah Homo Wajakensis, dan  Homo Soloensis.



4.                   Alat Serpih (flakes) – terbuat dari batu bentuknya kecil, ada juga yang terbuat dari batu induk (kalsedon) : berfungsi untuk mengiris daging atau memotong umbi-umbian dan buah-buahan. Pendukung kebudayaan ini adalah Homo soloensis dan Homo wajakensis.


Zaman Batu Madya (Mesolithikum)
Pada zaman ini alat-alat dari batu sudah mulai digosok, tetapi masih belum halus. Manusia pendukung  ini adalah homo sapiens, khususnya Papua Melanesoide.
                                Hasil budaya Mesolithikum antara lain :
1.                   Kapak Sumatra (Pebble)
Sejenis kapak genggam yang sudah digosok, tetapi belum sampai halus. Terbuat dari batu kali yang dipecah atau dibelah.


2.                   Kjokenmoddinger
Dari bahasa denmark yang artinya sampah dapur.
Gambar Kjokenmodinger :



3.                   Abris Sous Roche
Adalah tempat tinggal yang berwujud goa-goa dan ceruk-ceruk di dalam batu karang untuk berlindung.





4.                   Batu Pipisan
Terdiri dari batu penggiling dan landasannya. Berfungsi untuk menggiling makanan, menghaluskan bahan makanan.



Zaman Batu Baru (Neolithikum)
Peralatan batu pada zaman ini sudah halus karena manusia pendukung sudah mengenal teknik mengasah dan mengupam. Peralatannya antara lain :
1.                  Kapak Persegi
Adalah kapak yang penampang lintangnya berbentuk persegi panjang atau trapesium. Ditemukan di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan. Sebutan kapak persegi diberikan oleh Von Heine Geldern.



2.                  Kapak Lonjong
Adalah kapak yang penampangnya berbentuk lonjong memanjang. Ditemukan di Irian, seram, Gorong, Tanimbar, Leti, Minahasa, dan Serawak.



3.                  Kapak Bahu
Adalah kapak persegi namun pada tangkai diberi leher sehingga menyerupai botol persegi. Kapak bahu hanya ditemukan di Minahasa, Sulawesi Utara.



4.                  Perhiasan (gelang dan kalung dari batu indah) ditemukan di Jawa


5.                  Tembikar (Periuk belanga) ditemukan didaerah Sumatera, Jawa, Meldo (Sumba)

6.                  Pakaian (dari kulit kayu)

Zaman Batu Besar (Megalithikum)
Hasil kebudayaannya :
1.                   Menhir : tugu batu yang didirikan sebagai pemujaan roh nenek moyang memperingati arwah nenek moyang.
2.                   Dolmen :  meja batu, merupakan tempat sesaji dan pemujaan kepada roh nenek moyang. Ada pula yang digunakan untuk kuburan.


3.                   Sarchopagus atau keranda : bentuknya seperti lesung yang mempunyai tutup atau ada juga seperti telur dibelah dua.

4.                   Kubur Batu : peti mati yang terbuat dari batu besar yang masing-masing papan batunya lepas satu sama lain.

5.                   Punden Berundak : bangunan tempat pemujaan yang tersusun bertingkat-tingkat seperti tangga.

6.                   Waruga : peti kubur peninggalan budaya Minahasa pada zaman megalitikum. Didalam peti pubur batu ini akan ditemukan berbagai macam jenis benda antara lain berupa tulang- tulang manusia, gigi manuisa, periuk tanah liat, benda- benda logam, pedang, tombak, manik- manik, gelang perunggu, piring dan lain- lain. Dari jumlah gigi yang pernah ditemukan didalam waruga, diduga peti kubur ini adalah merupakan wadah kubur untuk beberapa individu juga atau waruga bisa juga dijadikan kubur keluarga (common tombs) atau kubur komunal. Benda- benda periuk, perunggu, piring, manik- manik serta benda lain sengaja disertakan sebagai bekal kubur bagi orang yang akan meninggal.
7.                  Arca : patung batu yang menggambarkan tokoh yang berpengaruh pada kehidupan sosial atau bermasyarakat di masa itu.
Gambar Arca :



 ZAMAN LOGAM
1.                    Zaman Tembaga
Dari penelusuran para ahli, diketahui bahwa alat-alat dari tembaga ini tidak ditemukan di wilyah asia tenggara, tetapi di wilayah-wilayah benua lain.
2.                   Zaman Perunggu
-                    Candrasa adalah kapak corong yang satu sisinya memanjang. Candrasa ini biasanya digunakan sebagai tanda kebesaran dan alat upacara saja. Banyak ditemukan di Yogyakarta dan Roti.

-          Bejana Perunggu : bentuknya seperti periuk tapi langsung dan gepeng. Ditemukan di tepi danau Kerinci dan juga di Madura.


-          Nekara :genderang dari perunggu yang berfungsi sebagai alat upacara, yaitu ditabuh untuk memanggil arwah/roh nenek moyang. Ditemukan di Jawa, Bali, Roti, Selayar, dan Kei. Nekara terbesar tan ditemukan dibali yang dikenal dengan Nekara Bulan Pejeng. Ada juga nekara berukuran kecil yang disebut dengan Moko dietmukan di daerah Alor. Moko dapat difungsikan sebagai pustaka atau mas kawin.
-          Perhiasan Perunggu
-          Arca Perunggu

Zaman Besi
Pada masa ini manusia telah dapat melebur besi untuk dituang menjadi alat-alat yang dibutuhkan, pada masa ini di Indonesia tidak banyak ditemukan alat-alat yang terbuat dari besi.
Alat-alat yang ditemukan adalah :
• Mata kapak, yang dikaitkan pada tangkai dari kayu, berfungsi untuk membelah kayu
• Mata Sabit, digunakan untuk menyabit tumbuh-tumbuhan
• Mata pisau
• Mata pedang
• Cangkul, dll

CIRI-CIRI RAS HOMO SAPIENS
1.                 Austromelanesoid
Ras Australoid adalah nama ras manusia yang mendiami bagian selatan India, Sri Lanka, beberapa kelompok di Asia Tenggara, Papua, kepulauan Melanesia dan Australia.

Untuk kelompok di Asia Tenggara, orang Asli di Malaysia dan orang Negrito di Filipina termasuk ras ini.

Ciri khas utama ras ini ialah bahwa mereka berambut keriting hitam dan berkulit hitam. Namun beberapa anggota ras ini di Australia berambut pirang dan rambutnya tidaklah keriting melainkan lurus. Selain itu beberapa orang Asli di Malaysia kulitnya juga tidak selalu hitam dan bahkan menjurus putih.
2.                 Mongoloid
Ras Mongoloid adalah ras manusia yang sebagian besar menetap di Asia Utara, Asia Timur, Asia Tenggara, Madagaskar di lepas pantai timur Afrika, beberapa bagian India Timur Laut, Eropa Utara, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Oseania.

Anggota ras Mongoloid biasa disebut "berkulit kuning", namun ini tidak selalu benar. Misalkan orang Indian di Amerika dianggap berkulit merah dan orang Asia Tenggara seringkali berkulit coklat muda sampai coklat gelap.

Ciri khas utama anggota ras ini ialah rambut berwarna hitam yang lurus, bercak mongol pada saat lahir dan lipatan pada mata yang seringkali disebut mata sipit. Selain itu anggota ras manusia ini seringkali juga lebih kecil dan pendek daripada ras Kaukasoid.
3.                 Khoisanoid
Ras Khoisan adalah ras manusia yang mendiami daerah barat daya Afrika, terutama di Namibia, Botswana dan Afrika Selatan. Meski jumlah anggota ras ini tinggal beberapa ratus ribu, ras ini adalah ras yang sangat menarik sebab dianggap ras tertua atau cabang pertama yang berpisah dari ras utama manusia lainnya.
4.                 Negroid
Ras Negroid adalah istilah yang pernah dipakai dulu untuk menunjuk fenotipe umum dari sebagian besar penghuni benua Afrika di sebelah selatan gurun Sahara. Keturunan mereka banyak mendiami Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa dan Timur Tengah.
Pakar genetika asal Italia, Luigi Luca Cavalli-Sforza telah membuktikan bahwa pembagian manusia dalam ras adalah suatu usaha yang sia-sia. Dengan demikian, dari segi biologi, istilah seperti ras Negroid pada ras manusia tidak dianggap lagi. Fenotipe seseorang ditentukan oleh hanya sejumlah kecil gen. Secara biologis, hanya ada satu ras manusia, yaitu Homo sapiens sapiens.
Dari segi fenotipe, ciri khas utama anggota ras Negroid adalah kulit yang berwarna hitam dan rambut keriting. Meskipun anggota ras Khoisan dan ras Australoid juga berfenotipe kulit hitam dan rambut keriting, mereka tidak dianggap termasuk ras Negroid.


5.                 Kaukasoid
Ras Kaukasoid adalah ras manusia yang sebagian besar menetap di Eropa, Afrika Utara, Timur Tengah, Pakistan dan India Utara. Keturunan mereka juga menetap di Australia, Amerika Utara, sebagian dari Amerika Selatan, Afrika Selatan dan Selandia Baru.

Anggota ras Kaukasoid biasa disebut "berkulit putih", namun ini tidak selalu benar. Oleh beberapa pakar misalkan orang Ethiopia dan orang Somalia dianggap termasuk ras Kaukasoid, meski mereka berambut keriting dan berkulit hitam, mirip dengan anggota ras Negroid. Namun mereka tengkoraknya lebih mirip tengkorak anggota ras Kaukasoid.


sumber : BKS MGMP kelas X Jombang & Google

0 Comment "HASIL BUDAYA ZAMAN PRASEJARAH"

Post a Comment

Silahkan berkomentar, tentunya dengan sopan dan bijak.
Kami butuh pendapat anda untuk kemajuan kami. ^_^
[+] No Spam, No LiveLink [Remove]